Categories
TKDN

Ini Bedanya Sertifikasi dan Pengujian yang Wajib Anda Ketahui

Ini Bedanya Sertifikasi dan Pengujian yang Wajib Anda Ketahui

Dalam bisnis jasa pemastian, seperti dilakukan oleh PT Sucofindo (Persero), konsumen maupun produsen sering mendengar istilah sertifikasi dan pengujian. Di sini pula sering terjadi salah pengertian dan pemahaman.

Dua istilah tersebut tidak hanya memiliki pengertian yang berbeda, tetapi juga memiliki konsekuensi atau dampak turunan yang berbeda bagi konsumen maupun produsen dan regulator/pemerintah.

Misalnya, jika produsen/perusahaan produk mainan anak ingin mendapatkan sertifikasi, produsen perlu menyiapkan berbagai hal seperti dokumen, proses produksi, dan lain-lain, tergantung jenis atau tipe sertifikasi yang akan diikuti. Proses ini berbeda jika perusahaan ingin melakukan uji produk.

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa pemastian, jasa layanan Sucofindo meliputi layanan pengujian dan sertifikasi produk. Agar lebih jelas, mari kita ulas satu per satu perbedaannya di sini.

Sertifikasi

Sertifikasi bermakna adanya jaminan tertulis berupa sertifikat dari pihak ketiga yang independen, seperti dari PT Sucofindo (persero). Sertifikat ini menjelaskan bahwa suatu produk beserta proses produksinya telah memenuhi persyaratan standar tertentu.

Menurut Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Korporat Sucofindo Herliana Dewi, layanan sertifikasi menuntut audit terhadap dokumen, audit proses kegiatan, serta terhadap produk atau hasil proses kegiatan.  Audit ini dilakukan untuk menjawab apakah produk dan proses produknya sudah memenuhi kualitas, paramater, atau standar tertentu.

Standar mutu produk yang umum digunakan adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Tetapi parameter ini berbeda-beda untuk setiap sertifikasi, tergantung tujuan dan produk yang akan disertifikasi.

Misalnya, sertifikasi untuk makanan organik: parameternya adalah apakah kualitas produk sesuai standar dan bahan makanan tidak mengandung pestisida. Adapun sertifikasi untuk produk farmasi dan obat-obatan, standarnya adalah kualitas manfaat dan keamanan dari produk tersebut.

Contoh layanan sertifikasi, yang juga menjadi bagian jasa yang disediakan oleh PT. Sucofindo (Persero) antara lain, adalah sertifikasi sistem manajemen, sertifikasi lingkungan atau ecolabel, sertifikasi anti penyuapan, sertifikasi rantai pasok, sertifikasi standar produk mainan, sertifikasi makanan organik, sertifikasi standar usaha, sertifikasi penyelenggara jasa perjalanan umrah, dan lainnya.

Selain itu, yang perlu diperhatikan, sertifikasi memiliki beberapa jenis lagi, dibedakan dari seberapa dalam audit yang dilakukan. Tipe yang paling sering digunakan adalah tipe 1 atau 5. Sertifikasi tipe 1 diperoleh hanya dengan pengujian sampel produk atau audit dokumen saja, tanpa audit pabrik dan proses produksi.

"Contoh lain, produk dairy.  Jika susu dan bahan pembuat lainnya seluruhnya telah memiliki label halal atau jelas kehalalannya, maka audit terhadap produk atau proses produksi tidak diperlukan," kata Herliana.

Adapun sertifikasi tipe 5 atau yang tertinggi, meliputi audit terhadap produk sekaligus proses produksi dan sistem manajemen. Masa berlaku sertifikat tersebut biasanya 3 atau 4 tahun dengan surveillance atau pengawasan terhadap parameter tertentu setiap tahun.

Pengujian

Sedangkan pengujian adalah proses pemastian kualitas produk terhadap suatu persyaratan standar tertentu. Jadi pengujian biasanya merupakan salah satu langkah untuk memperoleh sertifikasi. Proses pengujian dilakukan dengan mengambil sampel dari produk yang akan diuji.

Pengujian umumnya dilakukan terhadap suatu parameter tertentu sesuai dengan permintaan konsumen maupun mengikuti masa berlaku suatu sertifikat.

Misalnya, sertifikasi untuk menentukan apakah suatu produk masuk kategori halal. Sebelumnya, harus dilakukan pengujian terhadap produk makanan atau minuman tersebut, apakah benar-benar tidak mengandung bahan yang diharamkan.

Dalam proses pengujian ini tentu dibutuhkan kemampuan untuk mendeteksi kandungan satu jenis ingredient tertentu di dalam produk makanan/minuman.

Di dalam proses pengujian, kemampuan teknologi dan kecakapan pemeriksa kandungan makanan/minuman memainkan peranan penting. PT Sucofindo (Persero) termasuk salah satu penyedia jasa pengujian yang memiliki dua kemampuan penting tersebut.

Menurut Herliana, Sucofindo sudah memiliki laboratorium berteknologi canggih. Seperti laboratorium halal yang bisa mendeteksi DNA babi, laboratorium migas untuk melakukan pengujian kualitas oli dan bensin, laboratorium mineral dan batubara yang bisa menentukan kadar dan kalori mineral yang diuji, dan seterusnya. Laboratorium Sucofindo tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Layanan pengujian terbaru dari PT Sucofindo (Persero) adalah Laboratorium Uji Radio Frekuensi (RF) Perangkat Telekomunikasi. Laboratorium yang diresmikan akhir tahun 2018 lalu ini dapat menguji perangkat telekomunikasi, yakni produk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT), yang akan beredar di Indonesia. Layanan ini berupa pengujian perangkat telekomunikasi yang terhubung dengan wireless local area network (WLAN), bluetooth, dan jaringan 4G long-term evolution (LTE).

Jadi sudah jelas ya perbedaan sertifikasi dan pengujian? Segera berkonsultasi dengan Sucofindo melalui customer.service@sucofindo.co.id atau melalui telpon 021 -7983666 untuk mendapatkan layanan sertifikasi maupun pengujian yang dibutuhkan perusahaan Anda.

Categories
TKDN

Verifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)

Verifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)

Perusahaan di Indonesia umumnya masih perlu mengimpor barang yang dibutuhkan pabrik di Indonesia guna mendukung proses produksi. namun demikian Pemerintah juga berupaya mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Dalam proses impor inilah pemerintah menetapkan peraturan tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang harus diikuti oleh importir.

Perusahaan akan mendapatkan sertifikat TKDN yang dikeluarkan oleh lembaga yang ditunjuk, setelah melakukan inspeksi dan pengujian dari perusahaan inspeksi independen Sucofindo.

Sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang inspeksi dan pengujian, Sucofindo selama ini melayani pengujian dan sertifikasi TKDN untuk pemerintah maupun industri. Dalam hal keperluan sertifikasi TKDN, Kementerian Perindustrian telah menunjuk beberapa lembaga surveyor yang akan menilai dan memverifikasi, salah satunya adalah PT Sucofindo.
Dengan importir telah memiliki sertifikat TKDN, pemerintah akan memberikan izin impor untuk mendukung proses produksi pabrik di Indonesia.

Dengan adanya ketentuan tentang TKDN, pemerintah ingin tetap memberikan keseimbangan pada perusahaan untuk berproduksi di Indonesia. Produksi perusahaan tetap dapat berlangsung, namun harus memberikan porsi secara proporsional terhadap hasil-hasil produksi dalam negeri. Agar para produsen di Indonesia ikut berkembang.
TKDN adalah besaran kandungan yang berasal dari dalam negeri, yakni Indonesia, pada barang, jasa serta gabungan barang dan jasa. Ketentuan tentang TKDN bersifat wajib untuk sejumlah kegiatan produksi sehingga setiap perusahaan, terutama perusahaan berskala nasional dan internasional harus mengikutinya.

Sejumlah aturan telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur pemberlakuan TKDN di Indonesia. Yakni, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, dan beberapa aturan turunan setingkat peraturan menteri, sesuai bidang masing-masing kementerian dan lembaga.

Di dalam PP Nomor 29 Tahun 2018 tentang Perberdayaan Industri, pemerintah mewajibkan penggunaan komponen dan produk dalam negeri pada lembaga pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga lembaga pemerintah yang menggunakan dana hibah.

Dalam pasal 61 PP Nomor 29 Tahun 2018 disebutkan, “Dalam pengadaan barang dan jasa, wajib menggunakan Produk Dalam Negeri apabila terdapat Produk Dalam Negeri yang memiliki penjumlahan nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat Perusahaan minimal 4O% (empat puluh persen)”. Selain itu disebutkan pula, “Produk Dalam Negeri yang wajib digunakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memiliki nilai TKDN paling sedikit 25% (dua puluh lima persen)”.

Dalam mengukur TKDN suatu barang, misalnya, Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Tim Nasional) telah menetapkan cara pengukuran berdasarkan faktor produksi. Seperti bahan/material langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung pabrik. Sementara TKDN jasa dihitung berdasarkan tenaga kerja, alat kerja/fasilitas, dan jasa umum.

Untuk memastikan industri mematuhi regulasi tersebut, pemerintah melakukan verifikasi dengan cara menghitung nilai TKDN barang/jasa serta bobot manfaat perusahaan. Proses verifikasi meliputi proses produksi, mesin yang digunakan, tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, biaya tidak langsung pabrik seperti penggunaan listrik, gas, telepon dan lain-lain.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, hingga saat ini sudah diterbitkan sertifikat TKDN terhadap proses produksi 19 kelompok barang, beberapa diantaranya adalah:

1. Bahan Penunjang Pertanian
2. Mesin dan Peralatan Pertanian
3. Mesin dan Peralatan Pertambangan
4. Mesin dan Peralatan Migas
5. Alat Berat, Konstrukti dan Material Handling
6. Mesin dan Peralatan Pabrik
7. Bahan Bangunan/Konstruksi
8. Logam dan Barang Logam Bahan Kimia dan barang Kimia
9. Peralatan Elektronika
10. Peralatan Kelistrikan
11. Peralatan telekomunikasi
12. Alat Transport
13. Bahan dan Peralatan Kesehatan
14. Pakaian dan Perlengkapan Kerja
15. Peralatan Olahraga dan Pendidikan
16. Sarana Pertahanan
17. Barang Lainnya
18. Maritim

Perusahan Anda yang ingin mendapatkan sertifikat penggunaan TKDN, Anda mengajukan pendaftaran kepada Lembaga yang telah ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan verifikasi. Salah satunya adalah PT Sucofindo (Persero).
Beberapa persyaratan dokumen harus dipenuhi oleh pengguna layanan TKDN dari Sucofindo, diantaranya adalah akta pendirian perusahaan, tanda daftar perusahaan, laporan hasil produksi satu tahun terakhir, dan beberapa syarat lainnya.

Jadi perusahaan dalam negeri yang ingin memverifikasi tingkat TKDN, dapat menghubungi Sucofindo melalui email (customer.service@sucofindo.co.id), telepon (+62-21-7983666) atau layanan chat di website Sucofindo.